<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>tasgnab's web-blog</title>
	<atom:link href="http://tasgnab.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tasgnab.wordpress.com</link>
	<description>another story of my life,...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2008 08:37:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tasgnab.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>tasgnab's web-blog</title>
		<link>http://tasgnab.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tasgnab.wordpress.com/osd.xml" title="tasgnab&#039;s web-blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tasgnab.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Situ Lembang</title>
		<link>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/24/situ-lembang/</link>
		<comments>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/24/situ-lembang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 12:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tasgnab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Situ Lembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/24/situ-lembang/</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 20 Mei 2008 GW dan 3 orang lainnya: - Andika Heru (Le&#8217; Mann) - M Winda Permana (Ganjelan) - Abram Derisco (Bro) mulai perjalanan ini. Perjalanan ini sempat tertunda sehari karena suatu kendala, dan terhalang oleh kesibukan lainnya. Rencananya kita berangkat dari kampus IT Telkom jam 7.00, tapi karena malemnya kita party, n akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=5&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 20 Mei 2008<br />
GW dan 3 orang lainnya:<br />
- Andika Heru (Le&#8217; Mann)<br />
- M Winda Permana (Ganjelan)<br />
- Abram Derisco (Bro)<br />
mulai perjalanan ini. Perjalanan ini sempat tertunda sehari karena suatu kendala, dan terhalang oleh kesibukan lainnya. Rencananya kita berangkat dari kampus IT Telkom jam 7.00, tapi karena malemnya kita party, n akhirnya tepar. Pagi2 baru bangun jam 9.00, Bro sudah sms Le&#8217; Mann buat siap2 brangkat. Mana blom ada yang sarapan, akhirnya brangkat jam 11.00 dari IT Telkom. Kita dianter sampai batas jalan rusak di bawah Situ Lembang oleh the-ir dengan menggunakan &#8220;Jingo&#8221;.<span id="more-5"></span></p>
<p>Kita berjalan naik menghabiskan waktu sekitar 2jam, sampe di Situ Lembang makan mie rebus di warung tempat Kopasus sering latihan. Lagi makan kita disambut dentuman granat oleh tentara (Angkatan Darat) yang lagi latihan, busyet. Gmana klo ada granat lagi nggelinding di sebelah kita. Lalu terdengar pula rentetan tembakan (mungkin peluru kosong).  Selesai makan siang dengan dihibur oleh bunyi2an yang kurang mengenakkan hati itu, kita langsung survey tempat.</p>
<p>Karena ngga bawa peta, kita cari2 tempat yang deket buat camp, trus istirahat bentar pulang.</p>
<p>Ditengah perjalanan rintikan gerimis menandai hujan akan segera turun. Kita turun dengan berlari kencang, hanya menghabiskan waktu 1,5jam, itupun sudah dengan acara jatuh bangun terpeleset licinnya jalanan desa.</p>
<p>Sampe bawah pas banget kedengeran adzan maghrib berkumandang. 18.30 mobil jemputan dateng, balik ke kampus.</p>
<p>Rute dari Leuwi Panjang:<br />
Naik angkot jurusan Kalapa (warna kuning, Rp 2.500) turun di Kalapa -&gt; Naik angkot jurusan Ledeng (warna Hijau, Rp 3.000) turun di Ledeng -&gt; Naik angkot jurusan Parongpong (warnanya lupa, Rp 2000) turun di Parongpong -&gt; Naik angkot warna kuning, turun di simpang tiga Situ Lembang, Rp 2.000</p>
<div class="flockcredit" style="text-align:right;color:#CCC;font-size:x-small;">Blogged with the <a title="Flock Browser" href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" target="_new">Flock Browser</a></div>
<p><!-- technorati tags begin --></p>
<p style="font-size:10px;text-align:right;">Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/SituLembang">SituLembang</a></p>
<p><!-- technorati tags end --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tasgnab.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tasgnab.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tasgnab.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tasgnab.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=5&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/24/situ-lembang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa18d648dc4e20129e2ab04647a0ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tasgnab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Ujung Genteng</title>
		<link>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/23/wisata-ujung-genteng/</link>
		<comments>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/23/wisata-ujung-genteng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 08:44:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tasgnab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Air Terjun]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Pengumbahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ujung Genteng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/23/wisata-ujung-genteng/</guid>
		<description><![CDATA[Penjalanan ini begitu tiba2, bangun tidur ada kabar, &#8220;besok kita berangkat&#8221;,&#8230; Bajingan, tiba2 banget, pusing memikirkann peralatan yang akan dibawa, tanpa banyak bicara langsung cabut ngumpulin peralatan sama logistik. Malemnya packing dengan peralatan yang seadanya. 6 orang memutuskan untuk melakukan perjalanan ini: - R Irawan Satria (the-ir) - Abram Derisco ST (bro) - Desrienaldo ST [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=4&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penjalanan ini begitu tiba2, bangun tidur ada kabar, &#8220;besok kita berangkat&#8221;,&#8230;<br />
Bajingan, tiba2 banget, pusing memikirkann peralatan yang akan dibawa, tanpa banyak bicara langsung cabut ngumpulin peralatan sama logistik. Malemnya packing dengan peralatan yang seadanya.<br />
6 orang memutuskan untuk melakukan perjalanan ini:<br />
- R Irawan Satria (the-ir)<br />
- Abram Derisco ST (bro)<br />
- Desrienaldo ST (edo)<br />
- Rama Emerald ST (&#8216;mo)<br />
- Faruli Azameya (pacul)<br />
- saya sendiri, Thopo Martha Akbar<span id="more-4"></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Bandung</span><br />
Rencananya kami mau berangkat pagi2 dari bandung menuju Sukabumi via Kereta Api, namun karena terhalang jarak dari Dayeuhkolot ke stasiun Ciroyom yang cukup jauh kami memutuskan untuk naik bis saja lewat terminal Leuwi Panjang. Karena malamnya kita udah capek nyari logistik n packing, akhirnya kita bangun kesiangan. Jam 10.45 kita udah sampai ke terminal Leuwi Panjang. Bis berangkat dari Bandung sekitar jam 11.30 dengan ongkos Rp 15.000,-</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Sukabumi</span><br />
Sampai di terminal kota Sukabumi jam 14.30, ternyata angkutan jurusan ke Surade terdapat di terminal Lembur Situ. Untuk menuju Lembur Situ kita menggunakan jasa angkutan kota jurusan Lembur Situ (warna kuning) naik dari pintu keluar Terminal Sukabumi dengan ongkos Rp 4.000,-</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Lembur Situ</span><br />
Sebuah Terminal kecil terletak di sudut Sukabumi yang dipenuhi bis jenis Elf. Di Lembur Situ tersedia bis Elf sampai jam 5 sore, selebihnya sepi. Kami ditawari Elf yang mengantar sampai ke Ujung Genteng, untuk enam orang mereka menawarkan tarif Rp 200.000,- Kami tidak mengambil tawaran itu, dan memutuskan untuk berjalan dari terminal Surade ke Ujung Genteng, karena hasil tanya-menanya jaraknya hanya 15 km. Bis berangkat dari Lembur Situ menuju Surade pukul 15.30.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Surade &#8211; Ujung Genteng</span><br />
Jam tangan menunjukkan pukul 20.30 ketika kami sampai di terminal Surade. Istirahat sejenak lalu melanjutkan perjalanan ke Ujung Genteng, jalan kaki. Perut hanya diisi dengan 200ml air minum, bekal perjalanan ke Ujung Genteng. Ditengah perjalanan terlihat warung di pinggir jalan dengan lampu yang redup, &#8216;Pempek Khas Palembang&#8217; jauh-jauh merantau ketemunya beginian juga. Setelah jalan sekitar 2 km, kami istirahat sejenak di sebuah Masjid yang kami lupa namanya karena hari terlalu gelap dan badan terlalu lelah untuk memperhatikan Nama Masjid. Jalan terus, lelah sudah terasa namun perlahan hilang karena canda tawa disela perjalanan. Terdapat papan rambu lalu lintas yang menjelaskan pertigaan jalan. Terlihat dengan jelas tulisan &#8220;Ujung Genteng 12 km&#8221;, besar hati kami melihatnya. Ditengah jalan ada angkutan yang menawarkan kami untuk mengantar sampai ke Ujung Genteng dengan ongkos Rp 6.000,-, namun dengan alasan yang ngga harus dijelaskan, kami menolaknya. Setelah melewati jembatan yang membentang di Sungai, lewat sedikit kita beristirahat dirumah kang Cepi. Lalu melanjutkan perjalanan villa yang ditunjuk kang Cepi, hanya 2 belokan dari rumahnya.<br />
Alhamdulillah ketemu para peserta Tabligh yang baru pulang dari pertemuan, bisa numpang lagi. Kami melewati villa yang rencananya mau disewa, tapi niat kami urung karena melihat kondisi villa yang sangat mewah, tentu saja dompet kami tidak cukup. Dan juga, 2 belokan yang sangat jauh. Kita diantar sampai pertigaan sebelum kebun karet. Menginap di pos ronda, paginya kita mutusin naik angkot aja ke Ujung Genteng karena fisik sudah tidak kuat untuk jalan kaki.<br />
* jangan percaya apa kata penduduk setempat!!! jarak Surade Ujung Genteng sebenarnya 24km. Plang rambu lalu lintas yang &#8220;Ujung Genteng 12 km&#8221; itu memang benar, 12 km menuju Pintu Masuk Ujung Genteng, menuju pantai masih 12km dari pintu masuk.<br />
* Ongkos Surade &#8211; Ujung Genteng adalah Rp 7.000,-. Angkot jurusan Surade &#8211; Ujung Genteng hanya tersedia sampai jam 6 sore.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Ujung Genteng, Tenda Biru</span><br />
Pagi itu hari minggu, akhirnya sampai juga kita di Ujung Genteng. Kita turun di pasar ikan Ujung Genteng, angin laut mendesis kencang menampar tubuh yang sudah lelah ini. Ransel2 yang masih penuh dengan perbekalan tersandar dipojokan warung, sambil menikmati pisang goreng kami memandang kearah laut, pemandangan yang sudah lama tidak saya lihat. Setelah mengisi perut dengan gorengan, kita cabut menuju Tenda Biru, pojok Ujung Genteng. dari pasar menuju Tenda Biru berjarak sekitar 2km, memasuki pintu hutan tempat latihan Angkatan Udara. Di pintu masuk hutan terdapat bengkel nelayan, tempat dimana kapal2 nelayan dibuat dan diperbaiki. Di Ujung Hutan terdapat tenda berwarna biru tempat mengambil air bersih dan tersedia listrik disitu.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Ujung Genteng, Pantai Aquarium</span><br />
<img style="float:left;margin:10px 10px 0 0;" src="http://photos-306.friendster.com/e1/photos/60/30/31810306/1_915673192l.jpg" alt="photo by bram" width="200" height="300" />Selang beberapa menit beristirahat di Tenda Biru, sekitar 1 km perjalanan kita mendirikan camp. Lokasi yang sangat strategis untuk mengakses ke semua tempat. Berpagi2 ria bermain dan bercanda dengan air laut, garis pantai yang panjang serta dasar laut yang terlihat jelas karena airnya yang jernih. Karakter yang khas dimiliki pantai ini, sampai sekitar 300meter kearah laut, kedalamannya hanya sampai lutut orang dewasa, itu waktu keadaan surut. Namun hati-hati melangkah, ada beberapa lubang yang lumayan dalam. Pinggiran pantai ditumbuhi dengan ganggang hijau, sehingga air laut tempak berwarna hijau dari kejauhan. Kita dapat ber-snorkling ria disini tanpa menggunakan peralatan. Matahari mulai naik perlahan, tiba2 ada orang lewat didepan tenda kami dengan menggunakan sepeda motor. Selang beberapa menit lagi2 sebuah sepeda motor lewat, dalam 2 jam pantai telah dipenuhi dengan wisatawan lokal. Lalu sebuah mobil parkir tepat disamping perapian tempat kami memasak nasi, rupanya kami memasang tenda ditempat yang salah. Ditengah jalan raya, sehingga suasana menjadi kurang nyaman bagi kami, cuek sajalah. Memasak nasi, lauk makan untuk mengganjal perut yang mlai keroncongan. Hingga sore datang, kita hunting2 foto, mulai dari foto narsis, sampai mendekat ke kumpulan burung camar yang lagi parkir.  Sore hari kita bakar2an ikan hasil beli dari pasar untuk santap malam kami. Hingga malam tiba kami tertidur pulas, sampai pagi datang.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Ujung Genteng, Pantai Pangumbahan</span><br />
<img class="alignright" style="float:right;margin:10px 10px 0 0;" src="http://photos-306.friendster.com/e1/photos/60/30/31810306/1_900357396l.jpg" alt="photo by bram" width="200" height="300" />Senin pagi<br />
Setelah Packing, kita ke Tenda Biru ngambil air minum dan baterai kamera. Hasil ngobrol dengan Mang Ade (penjaga Tenda Biru), menyusuri pantai menuju arah Barat Daya terdapat pantai tempat Penyu bertelur, Pantai Pangumbahan, jaraknya sekitar 3km dari Tenda Biru. Sekejap kami bergegas menuju pantai tersebut. Terdapat bekas tenjung buatan yang sudah agak hancur ditelan umur didekat tempat kami mendirikan camp. Sekalian mendokumentasikan, kami bernarsis-ria di tengah hiruk pikuk aktivitas nelayan yang sedang memancing.<br />
Perjalanan kami lanjutkan dengan menyusuri pantai ditengah sengatan sinar matahari yang tidak kunjung redup. Ditengah perjalanan kami menyerah pada matahari, pindah jalur menyusuri jalanan desa mencari tempat berlindung dari panasnya matahari. Diatas batu2 gunung kami duduk beristirahat sejenak setelah 30menit perjalanan. Jam istirahat berakhir, kami melanjutkan perjalanan akhirnya berhenti lagi, persediaan air mulai menipis. Setelah memalui perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya kami sampai di Pantai Pangumbahan, menakjubkan. Rasa lelah terbayar dengan pemandangan alam yang luar biasa, pantai yang sangat luas dan hening seakan menghapus dahaga setelah 4jam perjalanan. Gulungan ombak yang besar setinggi 4-5meter menerpa pasir2 halus yang tersusun rapi di tepi pantai. Tapi jangan hilangkan kewaspadaan disini, tarikan ombak sangat kuat dapat menarik anda ketengah laut karena pijakan anda adalah sekumpulan pasir2 halus yang tidak sanggup menahan tubuh. Benar2 pantai yang masih sangat perawan.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/UG/b820472b.jpg" alt="sunset" width="200" /></p>
<p>Di pantai ini terdapat penangkaran Penyu, tempat hewan yang unik ini dilestarikan. Malamnya anda bisa melihat penyu2 bertelur ditemani oleh Pak Sarimin, penjaga penangkaran penyu.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/UG/2711799f.jpg" alt="Penyu" width="400" /><br />
Ada aturan2 tertentu yang musti dipatuhi untuk melihat penyu bertelur:<br />
- ketika penyu memasuki pantai jangan bergerak sedikit pun<br />
- jangan ada sinar apapun<br />
atau penyu akan grogi dan kembali ke laut. Pak Sarimin pernah melihat penyu terbesar dalam hidupnya, Penyu Hijau Belimbing, besarnya segede angkot dan tangannya selebar 1,5 meter. Penyu yang sudah langka dan jarang sekali ditemukan. Jadi ngebayangin klo penyu itu muncul dihadapan kami dan menuju kearah kami untuk bertelur, tidak boleh bergerak atau penyu itu punah, tidak bergerak bisa mental sampai tengah laut.<br />
Setelah melihat penyu bertelur, kami melanjutkan perjalanan pulang menuju pasar Ujung Genteng melewati jalur yang kami lalui sebelumnya. Mulai perjalanan pukul 23.00, sampai pukul 7.00 karena ditengah perjalanan kami tertidur karena ngantuk dan lelah.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Cikaso, Curug Luhur</span><br />
<img style="float:left;margin:10px 10px 0 0;" src="http://photos-306.friendster.com/e1/photos/60/30/31810306/1_778602846l.jpg" alt="photo by bram" width="200" height="300" />Senin pagi<br />
Setelah makan di sebuah rumah makan di dekat pasar Ujung Genteng, kita memutuskan tujuan selanjutnya, Curug Luhur, Cikaso.<br />
Jam menunjukkan pukul 10 pagi, dari Ujung Genteng menuju Cikaso kita harus naik angkot 2 kali. Ujung Genteng &#8211; Surade Rp 7.500, dan Surade &#8211; Cikaso Rp 6.000. Karena lelah setelah perjalanan 4 hari, beberapa dari kai sudah tidak sanggup untuk jalan kaki, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa angkot menuju Curug Luhur. Kalau mau naik angkot, kita berhenti di Jalan Raya Cikaso, di simpang tiga menuju Curug Luhur, dari situ anda harus berjalan 2km, medan menurun sehingga memudahkan perjalanan, atau anda bisa numpang truk2 pasir yang menuju Curug Luhur.<br />
Pukul 11 kita sudah sampai di Curug Luhur. Sebelum memasuki kawasan Curug Luhur, anda dimintai Retribusi sebesar Rp 2.000,- per-orang oleh penduduk setempat. Air terjun yang masih sangat hijau, batu2an kapur dan tebing setinggi sekitar 50an meter mengelilingi Curug Luhur. Benar2 pemandangan yang menakjubkan, ini kali pertama bagi saya melakukan Wisata Air Terjun. Untuk keatas air terjun anda dapat melalui jalur di sebelah kanan air terjun, perjalanan memakan waktu  kira-kira 30menit, soalnya perjalanan turun memakan waktu sekitar 10menit. Sesampainya disana kami berenang dan mandi, airnya benar2 segar, lebih dari cukup untuk melepas lelah. Tempat ini sangat bagus untuk camping, sumber air dekat, bisa mandi, bahan bakar cukup, benar-benar surga bagi para traveller.<br />
Sore hari karena tidak ada kerjaan, gw dan bro iseng mau nangkep kepiting dengan peralatan buatan, bambu yang dibelah ujungnya. 2 Jam berburu, hasilnya nihil, sepertinya kami berdua kekurangan pengalaman.<br />
Rabu Pagi<br />
Kami bersiap2 untuk pulang ke Bandung. Kembali ke rutinitas yang memuakkan, dan kehidupan yang penuh dengan kemunafikan. Sebelum pulang kami memutuskan untuk mandi, biar seger. Jam 11 kami siap2 angkat jangkar untuk pulang. Dari Curug Luhur kita numpang truk pengangkut semen menuju jalan raya Cikaso. Ternyata semua sudah kehabisan uang, kecuali Bro, untuk sementara dia yang nalangin ongkos ke Sukabumi. Perjalanan ke Sukabumi dari Cikaso adalah neraka, perut kosong membuat kami menyerah pada keadaan, medan menurun berkelok2, jalanan bolong2 membuat badan kami sempoyongan seakan diputar2 di mesin cuci. Hampir semua dari kami mabok perjalanan. Sampai di Sukabumi pukul 20.00, untuk bis tujuan Bandung masih tersedia sampai Pukul 21.00, sisa waktu 1 jam kami gunakan untuk mencari makan, didekat terminal terdapat gerobak makanan dengan menu Ayam Bakar, cukup murah, Nasi Uduk + Ayam Bakar + Tempe2 = Rp 9.000,- Makanan terakhir dari Sukabumi melengkapi perjalanan kami.</p>
<div class="flockcredit" style="text-align:right;color:#CCC;font-size:x-small;">Blogged with the <a title="Flock Browser" href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" target="_new">Flock Browser</a></div>
<p><!-- technorati tags begin --></p>
<p style="font-size:10px;text-align:right;">Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/Pantai">Pantai</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/Air%20Terjun">Air Terjun</a></p>
<p><!-- technorati tags end --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tasgnab.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tasgnab.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tasgnab.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tasgnab.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=4&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/23/wisata-ujung-genteng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa18d648dc4e20129e2ab04647a0ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tasgnab</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-306.friendster.com/e1/photos/60/30/31810306/1_915673192l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">photo by bram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-306.friendster.com/e1/photos/60/30/31810306/1_900357396l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">photo by bram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/UG/b820472b.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sunset</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/UG/2711799f.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Penyu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-306.friendster.com/e1/photos/60/30/31810306/1_778602846l.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">photo by bram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gunung Dempo</title>
		<link>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/gunung-dempo/</link>
		<comments>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/gunung-dempo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 05:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tasgnab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Dempo]]></category>
		<category><![CDATA[Pagar Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/gunung-dempo/</guid>
		<description><![CDATA[Gunung, tempat dmana saya lari kepenatan Dunia, menghilang dari kehidupan yang sudah sesak oleh orang-orang munafik. Disana kalian bisa melihat sisi seseorang yang sebenarnya, melihat hakikat manusia yang sesungguhnya, mengerti siapa dirimu yang sebenarnya. Bagaimana sisi dibalik topeng seseorang, topengmu, topengku. Jadi inget perjalanan pertama saya. Waktu itu saya masih kelas 2 di salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=3&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gunung, tempat dmana saya lari kepenatan Dunia, menghilang dari kehidupan yang sudah sesak oleh orang-orang munafik. Disana kalian bisa melihat sisi seseorang yang sebenarnya, melihat hakikat manusia yang sesungguhnya, mengerti siapa dirimu yang sebenarnya. Bagaimana sisi dibalik topeng seseorang, topengmu, topengku.</p>
<p>Jadi inget perjalanan pertama saya. Waktu itu saya masih kelas 2 di salah satu SMA negeri di Palembang. Saya dan teman-teman sedang mengunjungi seorang sahabat yang lagi dirawat di rumah sakit. Izin dari rumah sih buat liburan ke Pagar Alam (bukan untuk mendaki), tanggal 21 April 2005. Namun mendadak rencana mundur satu hari karena persiapan yang belum selesai, sekalian menginap di rumah sakit Siti Khodijah, Rumah Sakit penuh kebebasan, ahahahah. Kita ber-16 berangkat dari Palembang ke Pagaralam tanggal 22 April 2005.<br />
ke-16 orang tersebut:<br />
- Muammar Akhda a.k.a Paltek<br />
- Riyan Utami Santun a.k.a Tabok<br />
- Heri Indrwan a.k.a Jhon<br />
- Didit a.k.a Wijen<br />
- Untung Sobirin<br />
- Kurniadi Purnomo a.k.a Bondas<br />
- Gandri a.k.a Black<br />
- M. Resha a.k.a Pa&#8217; Wo<br />
- M. Wahyu Fajri Sajax Pratama a.k.a Upeel<br />
- Ahmad Bambang Hermanto (alm) a.k.a Bembong<br />
- M. Ardhi Waluyo a.k.a Shoma<br />
- M. Ilham Nugraha<br />
- Amiek a.k.a Bongok<br />
- Robby<br />
- Thopo Martha Akbar -&gt; me<br />
- Ahmad Semidang Kikim a.k.a Midang</p>
<p>tujuan kami satu, Puncak Dempo (3159mdpl).<span id="more-3"></span><br />
<span style="font-weight:bold;">Palembang &#8211; Pagar Alam</span>, 7-8jam ongkos Rp 30.000,-(2005)<br />
Perjalanan pertama dari Rumah Sakit siti Khodijah, kita brangkat jam 13.00.<br />
Dari terminal Karyajaya ke Pagaralam membutuhkan waktu 7-8 jam. Di perjalanan banyak sekali yang kita lakukan, mulai dari bernyanyi2 ngga jelas, sampai tertidur pulas. Sampai di Pagaralam jam 22.00.<br />
Klo naik bis dari terminal Karyajaya Palembang dengan tujuan Pagarlam untuk mendaki gunung. Anda sekalian bisa minta tolong kepada supir bis untuk diantarkan ke rumah Pak Anton, beliau cukup terkenal disana sebagai &#8216;Induk Semang&#8217; para pendaki gunung. Sebut saja namanya, orang lain pasti akan mengantarkan anda ke depan pintu rumah beliau. Dibelakang rumah beliau disediakan pondok untuk tempat bernaung dari malam sebelum anda memulai perjalanan ke kaki Gunung Dempo.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Kampung 1 &#8211; Pintu Rimba</span><br />
Pagi sekitar jam 9.00 kami pamit ke Ayah (Pak Anton), dan Emak (istrinya). Memulai perjalanan dari Kampung 1 ke Kampung 4, cukup jauh untuk mencapai pintu Rimba. Dari Kampung 1 ke Jalan Buruk pejalanan membutuhkan waktu 3-4jam jika berjalan melewati jalan aspal. Kalau anda ingin cepat dan tidak ingin membuang2 waktu, cukup lewat jalan pintas lewat kebun teh, 1jam juga sampai ke Jalan Buruk. Tapi karena kami ingin menghemat waktu kami menyewa angkot untuk mencapai Jalan Buruk. Cukup singkat, 30 menit saja. Dari Jalan Buruk ke kampung 4 kami menumpang truk pengangkut teh yang sedang lewat. Sebagai tanda terima kasih, cukup dengan 2 bungkus rokok untuk sang supir.<br />
Sampai di Kampung 4 terdapat warung makan seadanya, dari sini anda harus berjalan lagi selama 15 menit untuk sampai di Pintu Rimba.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Gunung Dempo</span><br />
Gunung ini adalah gunung tertinggi di Sumatera Selatan memiliki ketinggian 3159 mpdl, terletak antara Provinsi Bengkulu dan Sumatera Selatan. Salah satu puncak dari barisan pegunungan Bukit Barisan yang terbentang sepanjang pulau Sumatera. Di kaki Gunung Dempo terdapat perkebunan teh milik Perkebunan Nusantara, lokasi yang cantik untuk berfoto, hijau, indah nan berseri dihiasi sinar lampu kota dimalam hari.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Pintu Rimba &#8211; Shelter 1</span><br />
Kita sampai di Pintu Rimba jam 11.00. Terdapat sungai kecil yang membentang di dekat Pintu Rimba, kita dapat mengambil air disitu sebagai bekal perjalanan. Istirahat sejenak, lalu memulai perjalanan menuju Shelter 1. Jalanan sempit, becek. Sempit karena di kiri dan kanan jalan terdapat semak belukar yang sangat lebat, sampai2 jalanan hampir tertutup, karena pendangan mata terhalang oleh semak. Becek, ya karena abis ujan. Soalnya hutan dsini jenisnya Hutan Hujan Tropis. Hampir tiap hari hujan di tengah hutan. Perjalanan untuk mencapai Shelter 1 memakan waktu rata2 sekitar 2-3 jam. Tapi karena jumlah kami yang 16 orang, perjalanannya sampai 4 jam. Di Shelter 1 anda bisa istirahat sejenak melepas lelah, tapi jangan kaget karena terdapat tumpukan sampah di Shelter 1 ini, sungguh sedih untuk mengakui jika yang melakukannya adalah pecinta alam. Turun sedikit ke bawah terdapat sumber air bersih, sekitar 50 meter dari Shelter 1.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Shelter 1 &#8211; Shelter 2</span><br />
Perjalanan dimulai jam 15.30. setelah puas melepas lelah, kita melanjutkan perjalanan menuju Shelter 2. Perjalanan di Gunung Dempo yang akan teringat selalu adalah ketika kami sampai di Dinding Lemari, tak heran dinakaman Dinding Lemari, karena memang seperti Dinding Lemari setinggi 5 meter. Kita haru melewati jalan sempit dan licin untuk sampai diatasnya, untuk mempercepat perjalanan, satu orang dari kami naik ke atas duluan. Lalu &#8220;mengunjal&#8221; carrier berat, dan memanjat Dinding Lemari melewati akar2 pohon yang keluar dari Dinding Lemari. Perjalanan untuk mencapai Shelter 2 biasanya memakan waktu 1-2 jam. Tapi karena stamina kami yang belum terlatih, kita sampai pukul 18.00.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Shelter 2 &#8211; Batu Cadas</span><br />
Deberapa diantara kami menyadari kami tidak akan sampai puncak saat terang. Akhirnya 3 orang diantara kami (saya, Paltek, Robby) berangkat duluan, berlari menuju Puncak Dempo secepat mungkin. Tapi karena stamina yang sudah terkuras habis, dan kebanyakan rehat, akhirnya kami bertiga tesusul juga oleh rombongan di belakang. Jam tangan telah menunjukkan pukul 19.00, alhamdulillah langit di Dempo masih cukup terang untuk melanjutkan perjalanan. 19.30, kami sampai di area tempat batu-batuan licin, artinya kami telah di Batu Cadas. di sebelah kiri jalan terdapat tanah agak lapang, masuk sedikit terdapat sebuah makam, kami berhenti di Makan Kuncen Gunung Dempo untuk &#8216;memberi sesajen&#8217; sebatang rokok (saya juga tidak tau mitos ini darimana). Akhirnya kami sampai juga di Top Dempo pukul 21.00. Waktu yang cukup lama, 5 jam dari Shelter 2 ke Top Dempo (perjalanan biasa hanya memakan waktu 2-3 jam.</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Top Dempo &#8211; Pelataran</span><br />
Top Dempo dan Merapi nya di pisahkan oleh bentangan tanah yang sangat luas yang biasa disebut Pelataran. Untuk mencapai Pelataran, anda harus turun melalui semak yang penuh dengan akar2. Kita mulai turun ke Pelataran pukul 21.30. Perjalanan memakan waktu 10-30 menit. Lokasi Camp terakhir sebelum ke Merapi, pelataran. 22.00, akhirnya sampai juga di Pelataran. Malam kami habiskan dengan bermain gitar, bernyanyi, makan, dan menghabiskan batang2 rokok yang sudah dipersiapkan untuk di Puncak Dempo.</p>
<p><img class="alignleft" style="display:block;text-align:left;float:left;margin:0 auto 10px;" src="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/97270918.jpg" alt="" height="200" />Jam 7 pagi, kami terbangun karena terbangun oleh dinginnya pagi. Beberapa dari kami mengambil air, dan beberapa lagi mandi di telaga yang terletak di Pelataran. Tapi menurut orang2 setempat adalah pantang untuk mandi di Telaga tersebut. Jam 9, setelah kami memulai perjalanan ke Merapi, lokasi yang sangat indah, mantap. Kawah yang berwarna hijau (konon warna kawah berubah2 hijau, merah, dan biru dan memiliki arti).<br />
<img style="display:block;text-align:center;margin:0 auto 10px;" src="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/09d98f3c.jpg" alt="" height="200" /><br />
Setelah puas di Merapi, kami memulai perjalanan turun(jam 11). Kelompok kami dibagi menjadi 2, saya termasuk di kelompok yang berangkat belakangan. Kelompok yang duluan sudah sampai Pintu Rimba sekitar jam 18.00. Sedangkan kami, bisa dibilang lambat. Kami belum juga melihat tanda2 Pintu Rimba sampai pukul 22.00. Tanda baterai senter sudah mau habis. Padahal shelter 1 sudah lama kami lewati. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan Tenda di tengah hutan. Mencari tanah lapang yang cukup untuk mendirikan sebuah tenda. Tenda telah terbentang, tas2 besar kami letakkan di luar. sehingga tenda kecil yang hanya cukup untuk 4 orang, muat untuk kami ber-8. Stok air minum telah minim, hanya tersisa satu botol air mineral ukuran 600ml, untuk kami ber-8. Sampai untuk keluar tenda hanya untuk buang air kecil pun sulit, akhirnya buang air kecil di botol 1 liter, itu pun masih kurang untuk air seni satu orang. Jadilah tenda kami bau pesing. Kami tertidur dengan posisi yang aneh2, bercampur dengan bau keringat dan air seni, ada yang duduk bersila, ada yang nongkrong, ada yang terguling, ada juga yang tidak tertidur.</p>
<p><img class="alignright" style="float:right;" src="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/00121803.jpg" alt="" height="200" />Untuk menghilangkan rasa haus, kami menjilati embun yang terperangkap di dedaunan. Melanjutkan perjalanan naik, untuk menghilangkan keraguan akan tersesat. Hanya 20meter perjalanan naik, seseorang dari kami teringat bahwa jalan ini sudah benar, dan merupakan jalan yang kami gunakan untuk naik sebelumnya. Kami memutar haluan untuk turun, hanya 50 meter dari lokasi Camp kami, terlihat Pintu Rimba. Ya Allah, betapa besar keagungan-Mu. Kami bersujud syukur telah sampai di Pintu Rimba. 2 orang dari kami menjemput kami, dan membawakan air minum yang sangat kami butuhkan saat itu.Sampai di warung makan, kami melepas lapar yang melilit kami di warung tersebut.</p>
<p>Kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Pak Anton. Malamnya kita ngobrol2 dengan pak Anton, membahas mistis seputar gunung Dempo.<br />
<img style="display:block;text-align:center;margin:0 auto 10px;" src="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/f9ea5a81.jpg" alt="" height="200" /><br />
Besoknya kami memutuskan untuk kembali ke Palembang. Cukup minta tolong sama Pak Anton, kemudian bis akan menjemput ke rumah Pak Anton untuk perjalanan pulang ke Palembang.<br />
Kisah mistis yang cukup kuat di Gunung Dempo ini.</p>
<div class="flockcredit" style="text-align:right;color:#CCC;font-size:x-small;">Blogged with the <a title="Flock Browser" href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" target="_new">Flock Browser</a></div>
<p><!-- technorati tags begin --></p>
<p style="font-size:10px;text-align:right;">Tags: <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/Dempo">Dempo</a>, <a rel="tag" href="http://technorati.com/tag/Gunung">Gunung</a></p>
<p><!-- technorati tags end --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tasgnab.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tasgnab.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tasgnab.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tasgnab.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=3&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/gunung-dempo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa18d648dc4e20129e2ab04647a0ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tasgnab</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/97270918.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/09d98f3c.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/00121803.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i260.photobucket.com/albums/ii10/tasgnab_ainud/blog/f9ea5a81.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/hello-world/</link>
		<comments>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 04:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tasgnab</dc:creator>
				<category><![CDATA[unlisted]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=1&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/tasgnab.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/tasgnab.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tasgnab.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tasgnab.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tasgnab.wordpress.com&amp;blog=3788373&amp;post=1&amp;subd=tasgnab&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tasgnab.wordpress.com/2008/05/22/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa18d648dc4e20129e2ab04647a0ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tasgnab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
